Kamis, 30 Mei 2013

Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa, 30 Mei 2013



JAWABAN ALLAH KEPADA KETIDAKADILAN

Bacalah Nahum 1-3. Ayat-ayat manakah yang khususnya mengajar­kan kita tentang tabiat Allah? Bagaimanakah kita dapat menerapkan apa yang terlihat di sini kepada pemahaman kita tentang peristiwa-peristiwa akhir zaman?

Nubuatan Nahum adalah Firman Tuhan terhadap kerajaan-kerajaan di du­nia ini yang diwakili oleh Niniwe. Pada saat nabi itu melihat dunianya, dia me­lihat tangan Allah bergerak terhadap Kekaisaran Asyur. Dia mengumumkan bahwa ibu kotanya, Niniwe, akan segera jatuh dan tidak akan pernah bangkit kembali. Nahum berbicara dengan yakin, karena dia tahu tabiat Tuhan dan me­lalui karunia nubuatan (Nah. 1:1), Tuhan telah menunjukkan kepadanya apa yang akan terjadi. Allah tidak akan membiarkan orang salah tidak terhukum (Nah. 1:3; Kel. 34:6, 7).

Bangsa Asyur telah menjarah banyak bangsa dan nafsu kekuasaannya ti­dak pernah puas. Kekejaman mereka sangat terkenal jahat. Sebagai "pisau cu­kur" Allah (Yes. 7:20), mereka dengan giat memangkas tetangga-tetangganya. Sekarang tiba saatnya untuk menghancurkan pisau cukur itu. Alat pengadilan Allah tidak bebas dari pengadilan. Niniwe tidak ada lagi, tetapi kesaksian nu­buatan hidup. Hal ini mengingatkan kita bahwa meskipun keadilan Allah keli­hatannya lambat, tidak ada yang bisa menghentikannya.

Sebagaimana yang kita telah lihat pada awal pelajaran, bertahun-tahun se­belum zaman Nahum, penduduk Niniwe, telah mendengarkan khotbah Yunus, telah bertobat, dan Allah telah menyelamatkan kota mereka. Tetapi pertobatan itu tidak kekal; mereka kembali kepada jalan-jalannya yang lama. Banyak ne­gara yang telah menderita oleh karena penindasan mereka akan menyambut berita kejatuhan Niniwe dengan tepuk tangan yang bergemuruh. Jurukabar akan datang untuk membawa berita baik (Yes. 52:7) bahwa kekuasaan Asyur telah hancur bersama berhala-berhalanya. Umat-umat Allah akan dapat beriba­dah kembali dalam damai (Nah. 1:15).

Seperti besarnya amarah Allah, lebih lemah-lembut lagi kemurahan-Nya. Dia melindungi mereka yang menunggu kepenuhan dari kebaikannya. Nahum mengajarkan bahwa Allah memelihara mereka yang percaya kepada Dia, te­tapi dengan banjir yang meluap-luap ia akan mengejar musuh-musuhnya ke dalam kegelapan (Nah. 1:8). Allah ada di belakang ini semua, karena Dia telah menentukan bahwa hari penghakiman Niniwe akan tiba.

Nabi itu menunjukkan bahwa Allah memiliki kekuasaan yang sangat luar biasa. Semua ciptaan gemetar di hadapan-Nya. Selamanya Dia tidak mentoleransi dosa. Pada saat yang sama, Dia adalah Juruselamat bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Tidak ada poros tengah. Kita ada di sini satu sisi atau sisi yang lain. "Yesus berkata: Orang yang tidak memihak Aku adalah menentang Aku" (Mat. 12:30, NKJV).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar