Rabu, 22 Mei 2013

Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa, 22 Mei 2013



Rabu 22 mei 2013

MENGINGAT KEMASYHURAN TUHAN

Baca Habakuk 3. Apakah yang dilakukan Habakuk di sini, dan me­ngapakah ini sangat penting, khususnya keadaan yang sulit dan pertanyaan yang sukar yang diberikan dia hadapi?



Habakuk mengungkapkan penerimaannya atas cara Allah dalam doa yang diatur dengan musik (Hab, 3: 19), Karena sangat peduli kepada kekuasaan Allah, dia meminta Tuhan untuk mengingat rahmat-Nya saat penghakiman di­mulai, Nabi itu dengan hormat mengingat kembali perbuatan Allah yang be­sar pada masa lalu dan sekarang dia berdoa untuk memohon penebusan. Dia kelihatannya berdiri di antara dua waktu. Dengan mata yang satu dia melihat kebelakang kepada peristiwa keluaran, sementara yang satu melihat ke depan akan hari Tuhan. Dia rindu melihat kuasa Allah dalam masa hidupnya.

Lagu dari pasal tiga dengan puitis menggambarkan kelepasan bangsa Isra­el dari perbudakan Mesir, Apa yang telah terjadi pada masa keluaran itu ada­lah bayangan dari hari penghakiman besar. Orang saleh tidak perlu gelisah ten­tang hari Tuhan itu, tetapi mereka harus menunggu, tekun, dan bersukacita da­lam pengharapan mereka.

Lagu itu juga adalah perayaan dari sifat alami Allah yaitu kuasa, kemuliaan dan kemenangan. Tuhan digambarkan sebagai penguasa atas seluruh bumi. Pernyataan kemuliaan-Nya dibandingkan dengan keagungan dari matahari ter­bit (Hab. 3:4).

Allah menghakimi negara yang menindas; namun, dalam waktu yang sama dia membawa penebusan kepada umat-Nya dalam "kereta kemenangan-Nya" (Hab. 3:8). Kuasa Allah tidak selalu kelihatan di permukaan, tetapi orang yang beriman tahu bahwa Allah ada di sana, tidak masalah apa pun.

Habakuk memanggil kita untuk melihat dengan penuh pengharapan ke­selamatan dari Tuhan, saat Dia akan mendirikan kebenaran-Nya di dunia ini dan mengisi dunia dengan kemuliaan-Nya. Dengan menyanyikan pujian ke­pada Allah, umat-umat-Nya akan saling menguatkan satu dengan yang lain (Ef 5:19, 20; Kol. 3:16) untuk menengahi perbuatan Allah di masa lalu dan untuk berharap pada masa depan yang mulia. Contoh pribadi Habakuk menunjukkan bagaimanakah seseorang dapat bertekun melalui hidup dengan impian.

Pikirkan tentang penyertaan Tuhan pada masa lalumu. Bagaimana­kah hal ini menolong kamu untuk belajar mempercayai Tuhan dan keba­ikannya, tidak masalah apakah dibawa oleh masa depanmu? Mengapa­kah sangat penting untuk melihat masa depan yang kekal dan ter­akhir yang menunggu kita?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar