Kamis, 16 Mei 2013

Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa, 16 Mei 2013



KE KEDALAMAN LAUT

Buku Mikha dimulai dengan gambaran penghakiman tetapi diakhiri de­ngan kata-kata pengharapan. Ada orang yang berusaha menjelaskan atau me­nolak kenyataan dari penghakiman Allah. Melakukan hal seperti itu adalah ja­tuh ke dalam jerat yang dilakukan oleh orang-orang pada zaman Mikha, yaitu mereka yang percaya bahwa Allah tidak akan pernah menghakimi bangsa pilihan-Nya.

Keadilan Allah adalah sisi lain dari kasih dan perhatian-Nya. Berita baik yang disampaikan oleh Mikha adalah bahwa penghukuman tidak pernah men­jadi kata-kata terakhir Allah. Perbuatan Allah dalam Alkitab tetap melangkah dari penghakiman kepada pengampunan, dari penghukuman kepada rahmat, dan dari penderitaan kepada pengharapan.

Baca Mikha 7:18-20. Bagaimanakah Injil dinyatakan dalam ayat-ayat ini? Harapan apa yang terlihat bagi kita semua? Mengapakah kita sangat membutuhkannya?

Ayat-ayat penutup Mikha menyajikan pujiannya yang dipenuhi dengan ha­rapan. Pertanyaan "Siapakah yang seperti Allah...?" sesuai dengan nama Mi­kha, yang artinya "Siapakah yang seperti Tuhan?" Itu bertindak sebagai peri­ngatan akan keunikan Tuhan dan menegaskan kebenaran bahwa tidak ada yang seperti Dia. Dia adalah Pencipta, selebihnya yang lain hanya ciptaan. Yang pa­ling penting adalah rahmat dan pengampunan-Nya, Allah yang pergi melaku­kan kemungkinan yang paling tidak bisa dibayangkan untuk menyelamatkan kita dari kehancuran. Dia lakukan itu untuk bangsa Ibrani dan Dia akan laku­kan juga untuk kita.
Ini tidak mustahil bahwa kita sekarang dikelilingi oleh keadaan yang su­lit dan pengalaman yang menyakitkan yang membuat kita bertanya-tanya me­ngapakah Allah membiarkan ini terjadi. Kadang kala sangat sulit untuk menerima hal ini. Dalam waktu yang seperti itu, pengharapan kita hanya dengan Tu­han, yang menjanjikan untuk melemparkan dosa kita ke kedalaman laut. Ada pengharapan di masa depan melalui mengingat apa yang telah dilakukan Allah di masa lalu.

Lihatlah dirimu. Mengapakah satu-satunya pengharapanmu hanya ada dalam janji bahwa Allah akan membuang dosa-dosamu "ke keda­laman laut?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar