Tampilkan postingan dengan label Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juni 2013

Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa, 7 Juni 2013



 Pendalaman: 
"Tetapi walaupun demikian sangat gelap ini bukan tanpa pengharapan bagi mereka yang berharap pada Allah. Nabi Hagai dan Zakharia diangkat untuk menghadapi krisis ini. Dalam menggerakkan kesaksian utusan-utusan yang ditunjuk ini mengungkapkan kepada orang banyak penyebab ke­sulitan mereka. Kurangnya kemakmuran jasmani adalah akibat kelalaian me­naruh kepentingan Allah yang nomor satu, kata nabi-nabi itu. Sekiranya orang-orang Israel telah menghormati Allah, sekiranya mereka telah menunjukkan penghormatan dan penghargaan yang layak kepada-Nya, dengan menjadikan pembangunan rumah-Nya sebagai pekerjaan mereka nomor satu, maka mereka akan dapat mendatangkan hadirat dan berkat-Nya."—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 4, hlm. 174.


"Bait suci yang kedua ini tidak dihormati dengan awan kemuliaan Tuhan, tetapi dengan kehadiran yang hidup dari Dia yang di dalam-Nya tinggal kepe­nuhan KeAllahan secara tubuh—yang adalah Allah sendiri yang dinyatakan da­lam daging. "Kerinduan segala bangsa" sebenarnya telah datang ke Bait Suci itu pada waktu Orang dari Nazaret itu mengajar dan menyembuhkan orang sa­kit di serambi suci itu, Dalam kehadiran Kristus, dan hanya dalam hal inilah, kemuliaan bait suci kedua melebihi bait suci yang pertama."—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 24,25.

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN
1.  Dalam kelas, diskusikan jawabanmu untuk pertanyaan hari Senin tentang kehadiran Kristus di bumi ini. Pikirkanlah pengertian dari bukan hanya kehadiran-Nya tetapi pengorbanan diri-Nya bagi dosa dunia ini. Pikirkan apakah maksud hal ini tentang nilai kita sebagai pribadi. Pikirkan juga, betapa berbedanya pandangan tentang ma­nusia sekarang ini dibandingkan dengan pandangan evolusi yang se­karang menjadi bagian yang umum di Dunia ini.
2.  Yesaya berbicara tentang raja Babylon yang sombong, yang dalam kekuasaannya membuat bangsa-bangsa goncang dan bumi gemetar" (Yes. 14:16,17). Bagaimanakah perbedaan goncangan dari campur ta­ngan Allah sebagaimana digambarkan Hagai pada pasal 2?
3. Israel kuno sering tidak menurut kepada pekabaran yang disampai­kan nabi-nabi Allah. Bersiaplah untuk berbagi dalam kelas, dalam hal apakah umat-umat Allah saat ini menolak pekabaran yang telah Tuhan berikan kepada umat-Nya.
4. Alkitab sangat jelas bait suci kuno dan upacara korbannya telah ke­hilangan nilai, sekali dan untuk semua, setelah kematian Yesus. Apa­kah yang Ibrani 8 dan 9 katakan tentang apa yang telah dilakukan Kristus dan itu dilakukan untuk kita yang kaabah yang mula-mula tidak pernah lakukan?

Kamis, 06 Juni 2013

Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa, 6 Juni 2013



CINCIN METERAI  ALLAH

"Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN Semesta alam, Aku akan mengambil engkau, hai Zerubabel bin Sealtiel, hamba-Ku—demiki­anlah firman TUHAN-—dan akan menjadikan engkau seperti cincin me­terai; sebab engkaulah yang Kupilih, demikianlah firman TUHAN semesta alam. (Hag. 2:24, NIV).

Pekabaran terakhir Tuhan kepada Hagai diberikan pada hari yang sama dengan yang sebelumnya dengan maksud untuk melengkapinya (lihat Hag. 2:22,23). Tuhan memperingatkan datangnya kehancuran (dari kerajaan dan bangsa itu pada hari pengadilan Tuhan. Tetapi pada hari yang sama, nabi itu berkata, hamba Tuhan akan menyelesaikan tugas keselamatan yang telah di berikan. Hal ini kita akan pahami sepenuhnya saat itu digenapi, akhirnya dan sepenuhnya, hanya pada saat kedatangan yang kedua dan semua yang terjadi setelah itu.
Para pemimpin politik nasional disatukan di sini dengan raja Israel yang mulia, Raja Daud; dari siapa dia telah lahir. Zerubabel adalah cucu dari raja Yoyakhin dan pewaris yang sah untuk takhta Daud setelah penawanan Babylonia. Dia melayani sebagai gubernur Yehuda di bawah raja Persia, Darius yang Agung, dan pendorong utama dibalik pembangunan kembali bait suci di Ye­rusalem, Yosua adalah imam besar yang juga membantu dalam pembangunan kembali bait suci itu.
Nabi itu berkata bahwa Zerubabel akan menjadi cincin meterai Allah, se­buah benda yang memberikan bukti dari kekuasaan dan kepemilikan. Seperti seorang raja mencap dokumen dengan cincin, Tuhan akan mencap seluruh du­nia dengan pekerjaan hamba-Nya. Walaupun peranan kunci Zerubabel dalam pembangunan bait suci itu tidak pernah diremehkan, dia tidak bisa mengge­napi semua janji yang diberikan Allah kepadanya melalui Hagai. Penulis In­jil mengarahkan kepada pribadi dan pelayanan Yesus Kristus, anak baik Daud maupun Zerubabel, sebagai penggenapan akhir dari semua janji kemesiasan yang ditemukan dalam Alkitab.

Baca Lukas 24:13-27, berfokus khususnya pada kata-kata Kristus ke­pada dua orang laki-laki itu. Pekabaran penting apa yang diberikan ke­pada mereka, dan bagaimanakah kata-kata-Nya itu tunjukkan kepada kita pentingnya memahami nubuatan Perjanjian Lama dan mengapakah itu hingga saat ini sangat bersangkut paut dengan Kristen?

Jumat, 31 Mei 2013

Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa, 31 Mei 2013


Pendalaman: "Dengan ketetapan yang tidak meleset Yang Tidak Ber­kesudahan masih tetap mengadakan perhitungan dengan bangsa-bangsa. Se­mentara kemurahan-Nya ditawarkan, dengan panggilan supaya bertobat, per­hitungan ini tetap terbuka; tetapi bilamana angka-angkanya telah mencapai suatu jumlah tertentu yang telah ditetapkan Allah, maka mulailah pekerjaan pen­curahan murka-Nya, Perhitungan sudah ditutup. Kesabaran Ilahi berhenti. Ke­murahan telah berhenti memohon demi keselamatan mereka—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 3, hlm 298.
Di hadapan dunia yang tidak jatuh, dan seisi surga, dunia harus memberi­kan pertanggungjawaban kepada Hakim segenap bumi, yaitu yang mereka tu­duh dan salibkan. Betapa kelak suatu hari perhitungan! Itu hari pembalasan Allah. Kristus tidak lagi berdiri di hadapan Pilatus. Pilatus dan Herodes, dan semua yang mengolok-olok, menghina, menolak, dan menyalibkan Dia akan mengerti apa artinya merasakan murka Anak Domba. Perbuatan mereka akan muncul di hadapan mereka dalam tabiat mereka yang sebenarnya—Ellen G. White, Nasihat kepada Pendeta dan Pelayan Injil, hlm 125.

PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN
  1. Beberapa orang pada zaman Zefanya melakukan hal yang buruk ter­hadap Allah dan teman sebangsa mereka, sementara yang lain puas melihat kejahatan itu dibukakan. Menurutmu dari antara kedua dosa ini, yang manakah yang lebih buruk di hadapan Allah? Beri­kan alasanmu. 
  2. Kembalilah ke pertanyaan terakhir dalam pelajaran hari Senin, di mana kata-kata ini dikutip "Tidak ada yang kelihatannya lebih ti­dak berdaya, namun sebenarnya lebih tidak kelihatan, daripada jiwa yang merasakan kehampaannya dan sepenuhnya bergantung pada jasa Juruselamat." Apakah artinya untuk mengandalkan "sepenuh­nya pada jasa Juruselamat?" Bagaimanakah kata-kata ini nyatakan kepada kita kebenaran agung diselamatkan melalui iman dalam Kristus saja dan mengapakah kebenaran itu adalah pusat dari semua yang kita percayai? Jika kita tidak bergantung kepada jasanya, pada jasa siapakah kita dapat bergantung?
  3. Mengapakah sangat mudah, teristimewa bagi mereka yang kaya dan senang, untuk melupakan ketergantungan kita kepada Allah atas apa yang kita miliki? Bagaimanakah kita dapat melihdungi diri kita dari khayalan yang fatal ini?
  4. Pikirkan lagi tentang Allah yang menyanyi dan bergembira atas umat-Nya. Kita cenderung memikirkan diri kita bernyanyi dan memuji kepada Allah dan apa yang Dia telah buat untuk kita. Apakah arti­nya bahwa Dia menyanyi dan bergembira atas kita? Bagaimanakah itu dapat terjadi, mengingat keadaan yang menyedihkan yang kita te­mukan dalam diri kita?

Kamis, 30 Mei 2013

Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa, 30 Mei 2013



JAWABAN ALLAH KEPADA KETIDAKADILAN

Bacalah Nahum 1-3. Ayat-ayat manakah yang khususnya mengajar­kan kita tentang tabiat Allah? Bagaimanakah kita dapat menerapkan apa yang terlihat di sini kepada pemahaman kita tentang peristiwa-peristiwa akhir zaman?

Nubuatan Nahum adalah Firman Tuhan terhadap kerajaan-kerajaan di du­nia ini yang diwakili oleh Niniwe. Pada saat nabi itu melihat dunianya, dia me­lihat tangan Allah bergerak terhadap Kekaisaran Asyur. Dia mengumumkan bahwa ibu kotanya, Niniwe, akan segera jatuh dan tidak akan pernah bangkit kembali. Nahum berbicara dengan yakin, karena dia tahu tabiat Tuhan dan me­lalui karunia nubuatan (Nah. 1:1), Tuhan telah menunjukkan kepadanya apa yang akan terjadi. Allah tidak akan membiarkan orang salah tidak terhukum (Nah. 1:3; Kel. 34:6, 7).

Bangsa Asyur telah menjarah banyak bangsa dan nafsu kekuasaannya ti­dak pernah puas. Kekejaman mereka sangat terkenal jahat. Sebagai "pisau cu­kur" Allah (Yes. 7:20), mereka dengan giat memangkas tetangga-tetangganya. Sekarang tiba saatnya untuk menghancurkan pisau cukur itu. Alat pengadilan Allah tidak bebas dari pengadilan. Niniwe tidak ada lagi, tetapi kesaksian nu­buatan hidup. Hal ini mengingatkan kita bahwa meskipun keadilan Allah keli­hatannya lambat, tidak ada yang bisa menghentikannya.

Sebagaimana yang kita telah lihat pada awal pelajaran, bertahun-tahun se­belum zaman Nahum, penduduk Niniwe, telah mendengarkan khotbah Yunus, telah bertobat, dan Allah telah menyelamatkan kota mereka. Tetapi pertobatan itu tidak kekal; mereka kembali kepada jalan-jalannya yang lama. Banyak ne­gara yang telah menderita oleh karena penindasan mereka akan menyambut berita kejatuhan Niniwe dengan tepuk tangan yang bergemuruh. Jurukabar akan datang untuk membawa berita baik (Yes. 52:7) bahwa kekuasaan Asyur telah hancur bersama berhala-berhalanya. Umat-umat Allah akan dapat beriba­dah kembali dalam damai (Nah. 1:15).

Seperti besarnya amarah Allah, lebih lemah-lembut lagi kemurahan-Nya. Dia melindungi mereka yang menunggu kepenuhan dari kebaikannya. Nahum mengajarkan bahwa Allah memelihara mereka yang percaya kepada Dia, te­tapi dengan banjir yang meluap-luap ia akan mengejar musuh-musuhnya ke dalam kegelapan (Nah. 1:8). Allah ada di belakang ini semua, karena Dia telah menentukan bahwa hari penghakiman Niniwe akan tiba.

Nabi itu menunjukkan bahwa Allah memiliki kekuasaan yang sangat luar biasa. Semua ciptaan gemetar di hadapan-Nya. Selamanya Dia tidak mentoleransi dosa. Pada saat yang sama, Dia adalah Juruselamat bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Tidak ada poros tengah. Kita ada di sini satu sisi atau sisi yang lain. "Yesus berkata: Orang yang tidak memihak Aku adalah menentang Aku" (Mat. 12:30, NKJV).

Rabu, 29 Mei 2013

Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa, 29 Mei 2013



HAL TERBESAR YANG MENYENANGKAN ALLAH

"TUHAN Allahmu akan besertamu, Dia sangat berkuasa untuk me­nyelamatkan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membarui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai." (Zef. 3:17, NIV)

Dalam bagian akhir dalam bukunya (Zef. 3:9-20), Zefanya beralih dari tema kemarahan kepada pemulihan. Di luar penghakiman, kita tiba pada tu­juan akhir Allah. Ketika bangsa-bangsa didisiplin, mereka akan bersama-sama memanggil Allah dan melayani Dia dengan tulus. Bibir bangsa itu akan disuci­kan sehingga mereka semua akan menyembah dan memuji Tuhan melalui me­layani Dia. Umat yang sisa, kecil namun rendah hati dan setia akan bertahan di Yehuda dan menggantikan pemimpin yang sombong

Yang paling penting, Allah akan tinggal bersama umat-Nya dan dia akan membuat masa lalu yang salah menjadi benar. Mereka tidak perlu lagi takut karena Tuhan akan bersama-sama dengan umat-Nya, tinggal di antara me­reka. Dia akan menjadi Pembebas dan Juruselamat mereka. "Mereka akan ma­kan dan berbaring dengan tidak ada yang membuat mereka takut." (Zef. 3:13, NIVl
Berkat-berkat yang seperti itu akan menjadi hal biasa karena umat-umat Allah bersukacita karena Dia, tetapi nabi mengatakan bahwa Allah akan bersukacita atas mereka. Kasih dan sukacita-Nya kepada umat-Nya akan sangat besar dan Dia akan bersorak atas mereka dengan sorak kegirangan.

Bagaimanakah nabi Yesaya menggambarkan sukacita Allah atas umat tebusan-Nya? (Yes. 62:5; 65:19).

Raja agung, Prajurit Ilahi, akan melindungi dan mempertahankan umat-Nya. Dia akan menjamin mereka dengan semua keuntungan dari kemenangan-Nya, seseorang, yang menang bagi kita di salib. Dia akan memuliakan yang rendah hati dan mengubah celaan, penderitaan dan pengasingan kepada sebuah pengalaman kehormatan, berkat, dan kehadiran-Nya. Keunggulan akan diberi­kan kepada mereka yang pincang dan orang buangan, tema yang terletak pada pekabaran yang disampaikan oleh Yesus Kristus.

Walaupun di tengah-tengah peringatan-peringatan yang mengerikan, Tuhan menawarkan pengharapan kepada umat-umat-Nya. Bagaimana­kah kita dapat, sebagai Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, percaya ke­pada janji kedatangan yang kedua kali, belajar untuk hidup hari demi hari dengan janji itu? Bagaimanakah kita dapat belajar untuk memeli­hara iman itu tetap hidup, khususnya pada masa-masa kesukaran saat dunia tidak memberikan apa-apa kepada kita tetapi hanya dukacita?